Kau tidak akan pernah tahu bagaimana aku berjuang Aku terhempas ombak Terlempar karena topan Kaki tersandung koral Kepala terbentur dinding Telapak kaki tertusuk paku 7 senti Punggung tertimpa kardus terisi Jariku robek jatuh dari kendaraan Semuanya Seluruh bagian tubuh Namun kau tidak akan pernah tahu Kau begitu apatis Sementara aku terlihat autis Berjuang sendiri, aneh sendiri, hancur sendiri Aku menganggapmu adalah aku Bukan kamu Tapi aku
K A U Putih berbisik akhlak Mengalirnya sebuah senyum memanah Spesial Terhembus angin yang berlabuh pada dermaga hati Tentram tanpa runyam Canda dengan tatap mata yang kental pada sebuah penyiratan Khas suara adanya Sungguh tak terelakkan Menjernihkan karena lakunya… Tumbuh kembang di kening seakan pohon surga yang rutin tersiram doa Dasar kau… Karya surga
Saya akui, kalbumu merasuk lancar pada hati ini Berbagai petuah kau bagi Akhlakmu yang merebut hatiku ini untuk tidak pada yang lain Sikapmu yang padam emosi Membuat saya berasumsi Kau benar-benar menaruh hati pada surga saat kau tahan emosi Saya jatuh hati Walau saya tidak pernah mengenal hatimu Berbagai jalan untuk mencintaimu saya langkahkan Karena terpikir kau pantas Namun kau hanya seperlunya kepada saya Sulit untuk bertahan Mudah untuk mencari yang lain Namun saya pilih bertahan Karena terpikir kau pantas Segala yang saya beri adalah hati Berbahagialah pada bahagiamu Jangan anggap saya ada Saya telah cukup kebal merasa sakit
Komentar
Posting Komentar