K A U Putih berbisik akhlak Mengalirnya sebuah senyum memanah Spesial Terhembus angin yang berlabuh pada dermaga hati Tentram tanpa runyam Canda dengan tatap mata yang kental pada sebuah penyiratan Khas suara adanya Sungguh tak terelakkan Menjernihkan karena lakunya… Tumbuh kembang di kening seakan pohon surga yang rutin tersiram doa Dasar kau… Karya surga
Pernahkah kau merasa segala arah menekan? Terdorong, terdorong, terdorong, terhempas namun tak jua lepas Adakah sendiri yang menenangkan? Malam ini begitu rumit Ketika sandar tidak mengenal sadar sesaat Entahlah sudah… Saya harus memejamkan mata Semoga sepertiga gelap menjemput Tanpa ada lagi yang terenggut Sambil berharap kembalinya puing-puing reruntuhan rasa percaya, perlahan
Ku hembus nafas keras Terhempas tubuh ini makin ke atas Berpadu dengan kekuatan batin memanas Menghilangkan gundah dan jalan yang pedas Hati ini berteriak sungguhan Ragaku berlari membentengi terpaan Semangat bertubi nyatakan angan Demi raih tingginya awan Sulit bila ku langkahkan tanpa ibadah Bersujud tulus di atas sajadah Bertasbih memohon ketenangan beraqidah Seluruhnya kepada Allah Sang Maha Pemurah Perjalanan panjang mencari indahnya surga Tak luput dari kerasnya raga berusaha Tak akan lupa akan ikhlasnya panjatan doa Teruntuk hidayah menerangi rasa bahagia Ya Allah… Hanya kepada-Mu aku bersuara Agar jiwaku tertata dan istimewa
Komentar
Posting Komentar