Postingan

Aku

Resah hati ini kuasai keluhku Merasa langkah ini kian sulit menapak mimpi Aku ingin teriak saja Aaa... Luluhlantah jiwa ini Hai Aku... Sadarlah, hari sudah larut, sambutlah... Wahai malam Aku terasuk ingat kasih semesta Ku putarnya kran, sucikan tubuh Pasrahkan raga pada sunnahnya 2 rakaat Aku bersujud cukup lama Berharap garis lurusku kepada Allah memadam emosi Hmmm... Aku hanya ingin dengan-Mu Menghapus keluh berserah raga Memejam mata memanja jiwa

Kau

K A U Putih berbisik akhlak Mengalirnya sebuah senyum memanah Spesial Terhembus angin yang berlabuh pada dermaga hati Tentram tanpa runyam Canda dengan tatap mata yang kental pada sebuah penyiratan Khas suara adanya Sungguh tak terelakkan Menjernihkan karena lakunya… Tumbuh kembang di kening seakan pohon surga yang rutin tersiram doa Dasar kau… Karya surga

Walau Seinci

Masih tersamar Sedemikian runyam Jalan dan lari berjuang Tersandung Berdarah Lihat…waktu ini tetap menunggu Terus menguras raga Jauh melangkah Dengan harap yang lebih baik dari jauhnya langkah Tidak… Aku terhempas Terkuras Panas Tertebas Hancur luluhlantah Sediakah membuka hatimu walau seinci? Aku mencintaimu Dalam doa dan harap Dengan pesan tanpa kesan Dalam rindu tak terjawab Dengan hati secuil logika

Usaha

Kamu bilang menghargai orang lain itu penting Kamu bilang menghargai usaha orang lain itu penting Usaha? Kamu menghampakan Kamu menghancurkan langkahku Tidak penting bagimu walau sejengkal Berubah 180 derajat Itulah dirimu Mengetahui cinta hinggap namun tertutup dengan sepele Menjadi tak sudi Menyakitkan Hatiku terbujur kaku Andai aku seberuntung lelaki lain yang pernah ada untukmu Andai aku… Ah... Aku masih kuat Tapi bukan untukmu

Tidak Tahu

Sentuhan hatiku kau letakkan dimana? Dengan perlahan hati merangkak menujumu Hanya berharap senyum manis darimu Sampai sekarang aku pun tak tahu Mengapa memperjuangkanmu menjadi prioritas Kesanggupanku menerjang segala negatif yang datang Hanya untukmu Yang jelas-jelas belum atau bahkan bukan punyaku nanti Banyak masa remajaku terbentang hanya untuk dapat kamu Entah berapa tahun berapa bulan Sekarang… Aku cuma cukup bangga bisa melihatmu tanpa bicara Kamu tetap cantik Aku malu memujamu Aku ingin kamu Namun aku tidak tahu kamu

Tatap

Hadirmu di bangku sekolah semula aku abaikan Kau sama seperti perempuan lain Yang hanya diam-diam saja Tidak banyak bicara Suatu waktu aku tersadar Setiap manusia memang berbeda Kau beda dari yang lain Kau benar-benar pendiam Yang tak bisa aku lupa adalah perhatianmu terhadapku Jujur aku bingung Rasanya tatapanmu lebih cepat dari kecepatan cahaya Rasanya hatiku tersentuh Kau bagai primadona Cerdas dan cantik Kini yang kupikirkan adalah bukan menyingkirkan pesaingku Tapi bagaimana aku bisa ada di dalam hatimu Aku telah terjatuh Pada pemerhati si pemilik tatapan dan senyuman terindah Kau memotret wajahmu di jiwaku

Rindu

Hati ini tertimpa celaka Bukan celaka yang tercelaka Hati ini tak seharusnya rindu Iya… Aku merindu Aku ingin segala hal yang dulu Tanpa angin cerita melulu Tanpa gertak bisa melembut tanpa palu Aku merindu Kamu sepenuhnya Tiada hendak mengintip seperti apa sekarang hatimu Hanya kamu Kau mungkin lupa segalanya Kau mungkin sudah meludahi dan menyiram kenangan Pun rasanya Maafkan… Aku celaka Tidak… Aku rindu Murni Sepenuhnya Hanya malam ini Aku rindu I miss you